Siapa Sangka, Kartun Captain Tsubasa Menginspirasi Ryuji Utomo

Captain Tsubasa Ozora

Bolanesia.net – Ada yang unik dari bek tengah Persija Jakarta, Ryuji Utomo menggemari olahraga sepakbola karena melihat kartun asal Jepang. Pemain berusia 25 tahun ini mengaku ia gemar menyaksikan kartun sepakbola, Captain Tsubasa.

Ryuji memang memiliki darah Jepang. Darah itu datang dari ibunya. Dia mengungkapkan usai melihat kartun Captain Tsubasa, dirinya langsung bercita-cita ingin jadi pemain sepakbola profesional.

“Pertama kali suka sepakbola karena kartun Tsubasa. Untuk lelaki seumuran saya pasti suka melihat kartun itu. Alhamdulillah sekarang ini bisa menggapai cita-cita sebagai pemain sepakbola profesional,” katanya mengutip web Persija, Selasa (14/7/2020).

Ia menjadikan bek Tim Nasional Jepang, Marcus Tulio Tanaka sebagai idolanya. Bek yang sempat bela Tim nasional Jepang dalam Piala Dunia 2010, itu mempunyai permainan yang tegas dan lugas. Bagi Ryuji, permainan Tanaka membuat dia takjub.

“Bagi teman-teman yang pernah menyaksikan Tim nasional Jepang, pasti tahu Tanaka. Saya mengidolai Tanaka karena bermainnya lugas serta tanpa ada kompromi,” papar Ryuji.

Latihan di alam

Sementara itu, demi menjaga stamina serta fisiknya di saat pandemi virus corona, Ryuji berlatih di alam terbuka. Bahkan dia menamakan latihan tersebut sebagai Ryuji Private Training Camp.

Ia berlatih di wilayah Mega Mendung, Puncak, Bogor. Ryuji memiliki alasan spesial saat ambil latihan di sebuah kawasan dataran tinggi. Ia menilai dataran tinggi baik untuk meningkatkan kondisi fisiknya.

“Apalagi di dataran tinggi kandungan oksigennya tipis jadi bagus banget buat meningkatkan kondisi stamina dan fisik. Ditambah saat ini dalam status off season dan pertandingan bakal kembali lagi. Alasan lain biar saya bisa latihan dengan sesuai dengan prosedur kesehatan yang diajurkan pemerintah,” papar Ryuji mengutip dari Liga Indonesia.

“Jadi tempo hari latihannya ada beberapa fokus yang dijalani khususnya fisik. Pertama dimulai dari daya tahan tubuh itu saya latih berlari beberapa kilometer setiap harinya. Disamping itu kecepatan saya latih kebetulan banyak medan yang menanjak, maka sangat efektif bisa melatih kecepatan di medan itu,” ujarnya. [LH]

bolanesianet7

Read Previous

Jadi Pelatih Setelah Pensiun, Ponaryo Astaman Susah Tidur?

Read Next

Target Kemarahan Fans Man United: De Gea Jadi Bulan-bulanan

%d blogger menyukai ini: