Pihak ATP Rombak Aturan Main Terkait Pandemi Covid-19

ATP Tenis

Bolanesia.net – Pihak ATP Rombak Aturan Main Terkait Pandemi Covid-19 – Dengan gagasan akan kembali lagi meneruskan pertandingan untuk pertama kali semenjak Maret lalu, faksi ATP telah meluncurkan peraturan resmi. Dalam peraturan itu terkandung patokan bagi beberapa petenis, staf, serta penopang kebutuhan yang perlu diiringi sesudah masa COVID-19.

Organisasi tenis putra itu membuat beberapa langkah yang ketat sekali untuk diikuti beberapa petenis dengan mempertimbangkan ketentuan jaga jarak. Beberapa langkah pencegahan lainnya yang diaplikasikan di tiap-tiap pertandingan juga harus dipatuhi.

Pelanggaran Aturan Akan Diperhitungkan Sebagai Pelanggaran Kode Etik

Dalam peraturan tersebut dengan jelas menyebutkan jika pelanggaran atas ketentuan itu akan diperhitungkan untuk pelanggaran kode etik.

Salah satunya pengakuan yang detil mengatakan, “Pelanggaran apa saja yang dilakukan berkali-kali atau dilaksanakan dengan cara terus-terang pada ketentuan akan dianggap sebagai pelanggaran kode etik di bawah Bagian ini atau Pelanggaran Penting terhadap Perilaku yang Berlawanan dengan Kredibilitas Permainan tergantung pada beratnya pelanggaran.”

ATP Tenis 2

Denda $20,000 USD Bagi Pelanggar

Denda yang berlaku mencapai 20.000 dolar AS akan dikenakan terhadap para petenis yang diketemukan menyalahi peraturan COVID-19.

Faksi ATP akan memperkenankan pertemuan media untuk diselenggarakan, tapi dengan memberi jarak 2 meter di antara petenis dan pihak yang mewawancarai.

Berkaitan dengan hadirnya beberapa penonton serta tempat duduk, dalam peraturan itu mengatakan jika para pihak turnamen harus mengambil keputusan atas jumlah tempat duduk sekurang-kurangnya di atas lapangan utama, kecuali yang telah disepakati faksi ATP.

Tiap Kompetisi Harus Mempunyai Tournament Infection Control Office

Kebutuhan akan staf medis tambahan untuk merawat beberapa petenis yang sakit dan luka juga termasuk dalam peraturan itu. Staf tambahan intinya ditujukan untuk screening serta menguji COVID-19.

Tiap kompetisi juga harus mempunyai Tournament Infection Control Officer (TICO) untuk membantu mengatur penyebaran COVID-19 sepanjang perhelatan turnamen.

Ball kid diperkenankan untuk dilibatkan, tetapi mereka hanya akan menangani bola dan tidak diperkenankan untuk menangani handuk para petenis seperti pada umumnya. [JOE]

bolanesianet7

Read Previous

Diam Diam Liverpool Incar Wonderkid Leicester

Read Next

Sukses Taklukkan Mavericks, Tim Inti Pacers Tampil Memukau

%d blogger menyukai ini: