Para Pemain NBA Tidak Main-Main Akan Boikot Dari Playoff 2020

Para Pemain NBA Tidak Main-Main Akan Boikot Dari Playoff 2020

Bolanesia – Situs Berita Bola – Respon yang diberikan para pemain NBA tidak main-main. Mereka mengancam akan boikot dari playoff 2020. Hal ini berkaitan dengan peristiwa penembakan polisi terhadap pria kulit hitam di Kenosha, Wisconsin.

Para pemain NBA masih kukuh pada misi semula kalau mereka bermain sembari berjuang untuk keadilan sosial di Amerika Serikat. Namun saat ini, mereka merasa kalau sejauh ini yang mereka lakukan hanyalah sia-sia.

Kekecewaan Para Pemain NBA Atas Apa yang Terjadi

Tindakan keras diperlihatkan para pemain NBA sewaktu mereka ditanya mengenai video polisi yang menembak punggung Jacob Blake di hadapan anak-anaknya sendiri. Chris Mannix dari Sports Illustrated menyampaikan kalau hati para pemain hancur.

Mereka awalnya yakin kalau datang ke Orlando tidak hanya untuk meneruskan liga namun juga dapat dimanfaatkan sebagai langkah meredam rumor rasisme di negaranya. Akan tetapi yang mereka saksikan di Wisconsin membuat mereka kecewa. (Baca: Jarang Main, Gareth Bale Akan Tinggalkan Real Madrid).

Garda Milwaukee Bucks, George Hill mendeskripsikan penembakan itu sebagai hal yang menjijikkan. Dia menjelaskan bahwa ketidakadilan ras di Amerika Serikat ini masih ada. Hill mulai cemas bahwa kembalinya musim NBA membuat para pemain tidak mempunyai langkah lain untuk turut berperan dalam perjuangan secara langsung.

Para Pemain NBA Tidak Main-Main Akan Boikot Dari Playoff

Toronto Raptors Pun Adakan Diskusi Perihal Boikot Playoff

Pemain Toronto Raptors Fred VanVleet mengemukakan kalau timnya mengadakan diskusi mengulas kejadian penembakan itu. Berbagai hal yang dibahas termasuk juga soal para pemain NBA boikot playoff. Raptors diagendakan bermain pada putaran kedua menantang Boston Celtics hari Jumat, 28 Agustus mendatang. Sebaliknya dari Celtics, Marcus Smart mengatakan keinginannya untuk tidak bermain.

Pemain Los Angeles Lakers LeBron James mengatakan keresahannya sesudah pertandingan keempat menantang Blazers. Menurutnya, saat ini pikirannya sedang tidak fokus.

“Saya mempunyai dua anak laki-laki, dan saya merupakan Afrika-Amerika di Amerika. Saya terus menyaksikan apa yang terjadi dengan kebrutalan polisi terhadap golongan saya. Ini amat meresahkan. Saya tidak akan pernah melupakan apa yang sedang terjadi di dunia, khususnya di sini, di Amerika. Doa saya untuk keluarga korban,” ujar James kecewa.

Pemain Utah Jazz, Donovan Mitchell pun mengutarakan keresahannya lewat akun twitter pribadinya. “INI GILA DAN INI BENAR-BENAR MASALAH YANG NYATA, KAMI MENUNTUT KEADILAN!” Catat Mitchell.

Penembakan itu berlangsung di tengah-tengah protes di segala penjuru dunia terhadap ketidakadilan rasial menyusul pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam tidak bersenjata, oleh polisi di Minneapolis pada Mei 2020 silam.

Semua Pemain NBA Tidak Main-Main Akan Boikot Dari Playoff

Para Pemain NBA Tidak Main-Main Akan Boikot

NBA sudah merangkul para pemain untuk melakukan gerakan Black Lives Matter sembari melanjutkan pertandingan. Langkahnya dengan pesan keadilan sosial yang banyak diperlihatkan di atas lapangan serta pada jersei yang dikenakan oleh para pemain.

Setelah peristiwa penembakan Jacob Blake, nampaknya para pemain frustasi. Mereka merasa apa yang telah disuarakan sejauh ini di “gelembung” NBA gagal. Mereka pun tidak main-main memberi ancaman akan boikot dari playoff. [JM]

Joe J

Read Previous

Ronaldo Rindukan Manchester United

Read Next

Kemungkinan Piala Asia U-16 dan U-19 2020 Ditunda

%d blogger menyukai ini: