NBA Tidak Mau Menggelar Gelembung Lagi

Alasan NBA Tak Mau Buat Gelembung Lagi

Bolanesia, Situs Berita Bola | 2020 telah berakhir. Los Angeles Lakers keluar bagaikan juaranya. Tetapi di balik itu seluruh, liga mengabiskan ratusan juta dolar Amerika buat dapat menuntaskan masa ini. Membuat” gelembung” di Walt Disney World Resort tidak murah. Walaupun sukses menyelamatkan seluruh orang dari ancaman penularan virus korona, NBA nyatanya tidak ingin membuat” gelembung” ini lagi.

3 bulan menjamin kehidupan ratusan orang bukan perihal yang gampang. NBA berupaya membuat pemain, ofisial, serta kru pertandingaan aman terletak di” gelembung” ini. Kawasan Walt Disney World Resorts tersebut disulap jadi zona terbatas. Seluruh kebutuhan dipadati oleh NBA mulai santapan, sampai membuat tempat cukur rambut spesial untuk para pemain.

NBA Tidak Gelembung Karena Covid19

NBA Tidak Gelembung Karena Covid19

Semata- mata mengingat kembali, kalau pada 25 Juni, terdapat 111. 725 permasalahan Covid- 19 yang ditemui di Florida. Jadi buat negeri bagian itu, total permasalahannya menggapai 736. 024 permasalahan. Sedangkan itu, NBA lagi mempersiapkan skenario buat memasukkan 22 regu ke Florida.

Dikala liga mulai digulirkan kembali pada 31 Juli, permasalahan Covid- 19 di Florida meningkat lebih dari 600 ribu. Jumlah tersebut 3 kali lebih banyak dari segala permasalahan yang ditemui di Kanada. Catatan kematian akibat Covid- 19 di Florida mencapat 12. 000 ribu permasalahan. Namun NBA senantiasa dijalankan dengan baik, sampai masa berakhir pada 11 Oktober 2020.

Scott Stinson dari Toronto Sun menulis kalau” gelembung” NBA itu terbuat dengan bayaran di kisaran AS$150 sampai 200 juta. Harga yang pantas buat membuat suatu zona yang dapat menyelamatkan 22 regu partisipan liga terbebas dari penularan virus korona. Kenyataannya, malah ini membuat sakit kepala para petinggi NBA.

Bagi Sam Amick dari The Athletic, total kerugian NBA akibat pandemi virus korona diperkirakan dekat AS$1, 5 miliyar. Itu dihitung semenjak liga membatalkan sebagian pertandingan masa reguler. Kemudian pertandingan tanpa pemirsa di” gelembung” NBA pula menyumbang kerugian besar masa ini. Jadi ancaman terbanyak untuk NBA masa depan merupakan penyusutan pemasukan. Walaupun sukses dalam perspektif kesehatan, tetapi membuat” gelembung” buat satu masa penuh bukan ilham bagus.

” Apakah mau buatnya lagi? Tidak,” kata Michael Roberts selaku Direktur Eksekutif NBPA, semacam dilansir dari Forbes.” Aku menanyakan perihal tersebut kepada para pemain. Mereka berkata tidak pada gelembung ini.”

Sesungguhnya penyusutan pemasukan NBA ini pula berakibat pada pemain. Adam Silver selaku Komisaris NBA mengumumkan kalau batas pendapatan pemain buat masa 2020- 2021 dinaikkan jadi AS$115 juta. Dikala itu, kondisinya wajar. Bagi Adrian Wojnarowski dari ESPN, liga dapat saja merendahkan batas pendapatan sampai AS$30 juta. Keadaan tersebut, bagi Michelle Roberts, dapat mengusik stabilitas ekonomi pemain. NBA serta NBPA masih memiliki sebagian minggu buat mencari pemecahan dari permasalahan tersebut.

Belajar dari pengalaman NBA, penyelenggara liga berolahraga wajib memiliki rencana matang buat masa 2021. Membuat zona terbatas buat menghindari penularan virus korona dapat dicoba apabila terdapat sumber energi serta anggaran yang besar semacam NBA. Namun kenyataannya, NBA tampaknya tidak tertarik buat membuat” gelembung” itu lagi. Sebab bayaran yang dikeluarkan sangat besar.( tor)

nobont

Read Previous

Valentino Rossi Gagal Finis di 3 Seri Beruntun

Read Next

Ben Godfrey Akan Dimainkan Saat Melawan Liverpool

%d blogger menyukai ini: