Mo Salah, Robertson dan Trent Pecahkan Rekor Karena Liverpool Menang 5-3

Pemain Liverpool Pecahkan Rekor

Bolanesia.net – Mo Salah, Robertson dan Trent Pecahkan Rekor Karena Liverpool Menang 5-3 – Liverpool menang atas Chelsea dalam drama delapan gol di Anfield pada pertandingan kandang terakhir kalinya di Liga Inggris musim ini dengan Mo Salah, Andy Robertson serta Trent Alexander-Arnold pecahkan beberapa rekor.

Mohamed Salah mungkin sedikit sedih tidak sukses menambah perolehan total golnya (19) waktu Liverpool berpesta borong 5 gol ke gawang Chelsea pada pertandingan pekan 37 tadi malam di Anfield. Tapi satu assistnya untuk Georginio Wijnaldum pada akhir set pertama memecahkan rekor. Sekarang sang striker Mesir menjadi satu-satunya pemain The Reds yang pernah mencatat 10 lebih gol dan 10 lebih assist sekaligus dalam dua musim untuk Liverpool. Satu musim yang lain sebelum ini adalah pada 2017/2018.

Disamping itu Trent Alexander-Arnold yang mencatat satu gol serta satu assist tadi malam, serta Andy Robertson dengan satu assist ialah pemain bertahan Liverpool dengan jumlah assist paling banyak dalam sejarah. Masing-masing telah menyumbangkan 27 dan 26 assist.

Mo Salah, Robertson dan Trent Pecahkan Rekor

Mo Salah

Daftarnya belum usai. Roberto Firmino, si striker Brasil rasa gelandang, mencatat gol pertama kalinya setelah 20 penampilan berlalu di Anfield, setara 1561 menit dan 56 percobaan serangan dan 479 hari berlalu tanpa ada golnya. Kali terakhir ia berhasil bikin gol adalah ketika melawan Tottenham, Maret 2019.

Sesudah unggul 3-1 di akhir set pertama kemudian menjauh 4-1 pada awal set kedua hasil gol Firmino itu, The Reds merasakan teror dengan dua gol balasan dari Tammy Abraham dan Christian Pulisic. Mujur Alex Oxlade-Chamberlain tiba di saat yang tepat dari bangku cadangan dan memastikan perayaan gelar juara mereka di podium The Kop tidak dirusak hasil Liga Inggris malam ini.

Alisson Becker (5/10) – Bisa dikatakan pemain paling tak beruntung dari tuan-rumah sebab kecolongan 3 gol ke gawangnya. Hal ini tentunya bisa merusak reputasinya.

Andrew Robertson (7/10) – Bermain mengagumkan disamping kiri. Menutup malam indahnya dengan pimpin serangan balik, menaklukkan Cesar Azpilicueta dengan kecepatannya, dan mengirim umpan tepat pada Oxlade-Chamberlain untuk gol kelima klubnya.

Virgil Van Dijk (6/10) – Ditaklukkan Tammy Abraham untuk gol ketiga Chelsea. Van Dijk gagal menutup bola umpan Christian Pulisic untuk gol striker Inggris itu.

Joe Gomez (5/10) – Sukses diekspoitasi oleh Pulisic untuk gol kedua tim tamu, dan sekali lagi tak mampu membendung striker Amerika tersebut untuk mengecilkan score menjadi 4-3.

Trent Alexander-Arnold (8/10) – Trent mencetak gol tendangan bebas ala David Beckham untuk menghujam deras ke sudut atas gawang Kepa Arriazabalaga, sebelum mengirim assist cemerlang untuk dituntaskan oleh sundulan Firmino.

Gini Wijnaldum (7/10) – Secara cepat manfaatkan bola liar dari keadaan sepak sudut untuk cetak gol ke-3 buat teamnya.

Fabinho (6/10) – Termasuk pemain yang sukses dilewati dengan gampang oleh Pulisic. Tampil nyaman di lini tengah sebelum pekerjaannya menjadi lebih berat usai Chelsea mengganti trio penyerangnya.

Naby Keita (7/10) – Liverpool awalannya memperoleh tekanan dari Chelsea, tapi gol tembakan dari luar kotak penalti Keita memberi momen buat tuan rumah untuk menemukan permainan mereka.

Sadio Mane (6/10) – Jadi ancaman konstan, melakukan hingga lima dribble sukses, tapi kali ini sentuhan selanjutnya kurang sehingga tidak berhasil membuahkan satu pun shooting selama laga berlangsung.

Roberto Firmino (7/10) – Cuma miliki satu kesempatan nyata cetak gol tapi langsung berbuah gol. Firmino lihat celah untuk berlari di belakang Kurt Zouma serta menyambut umpan silang Trent untuk menjebol gawang Kepa.

Mohamed Salah (7/10) – Benar-benar merepotkan Antonio Ruediger disamping kiri pertahanan. Mengemas assist untuk gol Wijnaldum.

Curtis Jones (5/10) – Menurunkan kualitas baris tengah Liverpool. Ketepatan umpan Jones benar-benar buruk, cuma mencapai 55 persen!

James Milner (5/10) Tidak berbeda jauh dengan Jones. Ada dalam situasi sulit saat Chelsea tengah menemukan momentum mereka serta menguasai permainan usai gol Tammy Abraham.

Alex Oxlade-Chamberlain (6/10) – Sukses membunuh perlawanan Chelsea lewat golnya menyambut umpan Andy Robertson.

Divock Origi (-/10) – Hanya masuk pada tiga menit akhir laga. Belum melakukan umpan sama sekali.

Takumi Minamino (-/10) – Masih kurang miliki waktu untuk memperoleh rating. Cuma pernah dua kali melakukan umpan, sekali gagal. [LH]

bolanesianet7

Read Previous

Lampard Kini Fokus Berjuang Finis di 4 besar Usai Liverpool vs Chelsea

Read Next

Apes, Ini Dia 5 Klub yang Paling Sering Kebobolan Gol di Abad 21

%d blogger menyukai ini: