Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah World Tour Federasi Badminton Dunia (BWF)

Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah World Tour Federasi Badminton Dunia

Bolanesia – Situs Berita Bola – PBSI sudah memberikan isyarat kalau Indonesia akan jadi tuan rumah dua kompetisi World Tour Federasi Badminton Dunia (BWF) yang diusulkan di Asia pada bulan November. Pencetusan itu terjadi lantaran Malaysia telah keluar dari pencalonan sebagai tuan rumah sesudah perbatasannya ditutup.

Berbagai Gagasan Dari Pihak BWF

Dalam kalender World Tour yang dikoreksi serta dikeluarkan Jumat lalu, BWF mencatatkan Asia Open 1 (10-15 November) dan Asia Open 2 (17-22 November). Hadiah minimal dari kedua pertandingan tersebut ialah US $ 1 juta (RM4,17 juta) atau sekitar 14,5 miliar rupiah setiap kompetisi di antara lima kompetisi untuk menyelamatkan musim yang dibatalkan semenjak selesainya All England pada pertengahan Maret lalu. (Baca: HUT ke-33 Arema, Ini Harapan Hanif Sjahbandi).

Sementara Denmark akan menjadi tuan rumah dua putaran pertama bulan depan. Kemudian, tujuan kedua leg di Asia serta World Tour Finals akhir musim pada bulan Desember, belum dipastikan.

Denmark akan meneruskan gagasan untuk mengadakan Danisa Denmark Open senilai US $ 750.000 (RM3,12 juta) atau sekitar 11 miliar rupiah dari 13-18 Oktober. Denmark Open 2 akan membawa hadiah yang serupa, yang akan diselenggarakan mulai 20-25 Oktober mendatang.

Keduanya akan membentuk tiga acara “Danish Swing” yang diawali dengan kejuaraan Piala Thomas serta Uber dari 3-11 Oktober.

Kemungkinan Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah World Tour

Sementara itu, negara sebagai tuan rumah dua Tour Asia masih tetap menjadi permainan tebak-tebakan. Pernyataan sekjen PBSI, Achmad Budiharto di situs resminya kemungkinan telah menerangkan tujuan akhir dari dua leg Tour.

Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah World Tour Federasi Badminton Dunia

Achmad menjelaskan kalau ada kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah kedua kompetisi tersebut serta PBSI akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan BWF.

PBSI sangat terpaksa menggagalkan Indonesia Open yang sebelumnya direncanakan akan digelar pada 17-22 November di Jakarta. Kompetisi ini menyediakan hadiah uang yang menggiurkan senilai US $ 1,35 juta (RM5,62 juta) atau sekitar 19,5 miliar rupiah. Hal itu menjadikannya sebagai kompetisi berhadiah paling besar kedua sesudah World Tour Finals senilai US $ 1,5 juta (RM6,25 juta) atau sekitar 21,7 miliar rupiah.

Mampukah Indonesia?

Tidak hanya Malaysia, China pun tidak masuk dalam daftar sebab pembatasan pemerintah dan faktor keuangan. Sehingga Indonesia yang gila bulu tangkis terlihat seperti kandidat yang pantas untuk pekerjaan itu.

Benar-benar mustahil kalau ada negara lain yang siap menjadi sumber tipe sponsor perusahaan. Lantaran diperlukannya sponsor untuk membiayai dua kompetisi dengan masing-masing harus menyediakan minimal US $ 1 juta atau sekitar 14,5 miliar rupiah di masa-masa sulit seperti ini.

Satu-satunya pertanyaan yang tersisa ialah: Mampukah Indonesia menjamin keselamatan kesehatan dan kesejahteraan rombongan yang berpergian ke negara itu? Lantaran mereka terus memberikan laporan kenaikan angka dari kasus Covid-19. Kurang lebih 2.700 kasus disampaikan pada Senin (31/8). [JM]

Joe J

Read Previous

Kenang Masa Sulit, Marcus Rasford Ungkap sang Ibu Menangis hingga Tertidur

Read Next

Pemain Arema FC Genjot Fisik di Pantai

%d blogger menyukai ini: