Benfica Menderita Kekalahan di Babak Penyisihan Champions League

Benfica Menderita Kekalahan di Babak Penyisihan Champions League

Bolanesia – Tim yang pernah menjadi juara Eropa pada 1961 dan 1962, Benfica, harus menderita kekalahan 2-1 di tangan klub Yunani PAOK Thessaloniki dalam pertandingan satu putaran babak penyisihan ketiga Champions League musim baru 2020/2021.

Juara Eropa Berturut-turut Menderita Kekalahan

Tim yang pernah dua kali juara Eropa berturut-turut serta diunggulkan untuk berhasil lolos sampai minimal 16 besar itu tersingkir dari ajang Liga Champions seusai kalah dari tim yang sama sekali tidak difavoritkan pada Rabu (16/9) dini hari.

Benfica menjadi juara Eropa pada tahun 1961 seusai menaklukkan Barcelona dengan skor 3-2. Selanjutnya, mereka menjadi juara lagi pada tahun 1962 setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor 5-3. Hasil itu menunjukan kalau Benfica bukanlah tim sembarangan.

Musim ini mereka mengakhiri pertandingan lokal di peringkat kedua, terpaut lima poin di bawah FC Porto. Namun sayang, kali ini mereka harus kalah lewat dua gol tuan rumah yang diciptakan oleh Dimitrios Giannoulis serta Andrija Zivkovic. Meski sebelumnya sempat membuahkan satu gol balasan pada beberapa detik terakhir pertandingan oleh Rafa Silva.

Benfica Menderita Kekalahan di Penyisihan Champions League

Menyesakkan, Ongkos Besar Benfica Berujung Kekalahan

Hal ini terasa menyesakkan bagi tim asuhan Jorge Jesus itu lantaran mereka baru saja menghabiskan uang sejumlah 1,4 Trilyun rupiah untuk menghadirkan banyak pemain baru. Termasuk di antaranya Jan Vertonghen dari Tottenham Hotspur dan Julian Weigl dari Borussia Dortmund. Dan juga menaikkan pangkat Ruben Dias dari tim junior mereka.

Untuk dapat memahami betapa besarnya 1,4 Trilyun rupiah itu, angka sebesar itu dua kali lipatnya anggaran yang dihabiskan Manchester United pada musim panas ini. Biaya yang mereka habiskan ketika mendatangkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam. Namun sayang, Benfica harus menelan pit pahit, tersingkir pada babak penyisihan ketiga.

Jan Vertonghen Nyaris Membunuh Timnya Sendiri

Bekas pemain Tottenham asal Belgia, Jan Vertonghen, bahkan bertanggungjawab penuh untuk gol pertama PAOK. Sesudah ia memantulkan umpan tarik dari garis akhir lapangan ke depan gawangnya sendiri sebelum disambar oleh Giannoulis. Kalau tidak ada sang pemain PAOK, itu akan tetap menjadi gol bunuh diri yang menyesakkan dada.

Tidak ada putaran kedua untuk menebus kekeliruan dengan laga-laga penyisihan babak ketiga Liga Champions hanya berlangsung satu putaran saja. Dengan hasil ini, mantan juara Eropa dua kali itu otomatis tersingkir dari pertandingan elit Eropa it. Sementara PAOK, tim dari Yunani itu akan bertemu dengan Krasnodar di babak play-off untuk merebutkan satu tempat di babak penyisihan grup pertandingan. [JM]

Joe J

Read Previous

Bayern Munchen Inginkan Callum Hudson-Odoi

Read Next

Tak Ada Transfer Pemain, Ini Masalah Real Madrid yang Harus Diselesaikan Zinedine Zidane

%d blogger menyukai ini: