Anett Kontaveit Memulai Petualangan di Palermo Open Lewat Kemenangan Atas Patricia Maria Tig

Anett Kontaveit Palermo Open

Bolanesia.netAnett Kontaveit Memulai Petualangan di Palermo Open Lewat Kemenangan Atas Patricia Maria Tig. Petenis berkebangsaan Estonia, Anett Kontaveit memainkan kompetisi pertama semenjak Qatar Open, Doha sewaktu dirinya kalah dari sang juara, Aryna Sabalenka dengan tiga set dan mulai saat itu, kompetisi tenis dibatalkan karena pandemi Covid-19. Walaupun demikian, dia beradaptasi dengan cukup bagus serta berhasil menang atas petenis berkebangsaan Rumania, Maria Tig usai berlaga selama 94 menit.

“Saya merasa betul-betul puas dapat menjadi pemenang kompetisi itu,” papar Kontaveit.

“Rasa-rasanya sedikit sulit melakukan peralihan dari hard-court menjadi clay-court. Situasinya sedikit berangin dan saya tidak terbiasa dengan lambungan yang tidak baik. Saya berlaga dengan baik, dapat kembali bangkit di set ke dua, tidak menyerah sewaktu saya ketinggalan 0-3, dan sungguh-sungguh bertahan. Saya merasa, saya bermain secara baik pada beberapa poin penting.”

Kedua petenis terakhir berjumpa pada musim 2015 pada saat Kontaveit menang dengan tiga set. Beberapa musim kemudian, Maria Tig kiprah di posisi 100 besar, menepi dari kompetisi untuk melahirkan anak perempuan pada musim 2018, dan kembali ke dunia tenis dengan keberhasilan yang cukup impresif sewaktu dia naik peringkat lumayan tinggi setelah menjadi runner-up di Bucharest Open musim yang lalu.

Kontaveit Memulai Musim 2020 Dengan Catatan Yang Bersejarah

Anett Kontaveit

Sementara itu, Kontaveit memulai musim 2020 dengan catatan yang bersejarah setelah menjadi petenis pertama dari negaranya yang meluncur ke perempatfinal Grand Slam di Australian Open serta menunjukkan performa yang serupa saat menantang Maria Tig di Palermo minggu ini.

“Benar-benar membahagiakan dapat mengambil langkah lagi ke lapangan setelah sekian lama. Saya tidak begitu grogi sebetulnya, saya berhasil untuk tetap tenang serta mengatasi keadaannya dengan baik. Jadi, saya dapat terus kuat pada beberapa poin penting serta membalikkan situasi,” jelas Kontaveit.

Maria Tig sempat meminta selang waktu dengan alasan medis di antara ke dua set dan memulai set ke dua dengan menyambar tiga game pertama. Namun kesempatan baik beralih dan berpihak pada Kontaveit yang juga merampas tiga game terakhir demi mencatatkan satu tempat di set ke dua.

Prosedur Baru Bukan Perubahan Besar Buat Kontaveit

“Agar terlatih dengan semuanya, akan memerlukan waktu,” tukas Kontaveit mengenai prosedur baru untuk menunjang mengoptimalkan kompetisi yang aman.

“Saya belum pernah betul-betul memakai terlalu banyak handuk, jadi, itu bukan perubahan besar buat saya. Saya harus memperingatkan diri saya sendiri untuk selalu jaga jarak saat meminta bola, yang pasti tidak biasa, tapi saya akan terbiasa.”

Yang akan menantikan Kontaveit di set ke dua ialah petenis berkebangsaan Jerman, Laura Siegemund. Kedua petenis terakhir kali berjumpa di China Open, Beijing musim 2018 yang dijuarai oleh Kontaveit dengan tiga set. [JOE]

Mr. Bala

Suka bingung, Kenapa Bingung?

Read Previous

Milwaukee Bucks Pimpin Wilayah Timur

Read Next

Goh Jin Wei Sang Juara Dunia Junior Terancam Batal Tampil di BAM Invitational Championships

%d blogger menyukai ini: