Andre Drummond: Bigman Di NBA Tidak Akan Mati

Andre Drummond: Bigman Di NBA Tidak Akan Mati

Bolanesia, Situs Berita Basket – Evolusi basket yang utamanya NBA yang menuju kepada perhitungan statistik mendalam membuat terbentuknya pergantian style bermain secara masif. Bila masa 90- an ataupun apalagi sampai dekade 2000 – 2010 para pemain NBA melanda dari seluruh lini, tripoin, mid range, serta zona kunci, saat ini serbuan cuma berpusat pada tripoin serta zona kunci saja. 2 zona tersebut bersumber pada pengamatan serta perhitungan ialah 2 zona sangat efisien serta produktif buat menciptakan angka.

Perihal ini pula yang membuat banyak pihak meyakini kedudukan pemain besar ataupun bigman di lapangan terus menjadi tidak terasa ataupun cenderung mengarah punah. Kenyataan ini diperkuat dengan terus menjadi tergesernya bintang- bintang NBA yang mempunyai style bermain bigman konvensional yang mengandalkan pergerakan ia zona kunci dengan kekuatan penuh.

Andre Drummond Mengatakan Bahwa NBA Tidak Pernah Mati

Andre Drummond Mengatakan Bahwa NBA Tidak Pernah Mati

Basket nirposisi( positionless) mulai muncul di masa“ Big Three” Miami Heat tetapi terus menjadi terkenal semenjak Golden State Warriors“ menggempur” NBA. Warriors memakai Draymond Green yang cuma mempunyai besar 6’ 6”( 198 sentimeter) bagaikan“ senter” mereka. Perihal ini membuat senter lawan yang mempunyai besar 4– 7 inchi lebih dari Green kesusahan menanggulangi pergerakannya serta serbuan Warriors nampak sangat mengalir.

Terkini, Houston Rockets melaksanakan eksperimen terbanyak di dekade ini dengan formasi luar biasa small ball mereka. Walaupun Draymond terbilang pendek, sejauh kariernya dia memanglah senantiasa mengisi posisi power forward ataupun senter, perihal ini buatnya lumayan paham titik lemah lawan. Buat permasalahan Rockets, mereka menempatkan 2 forwarda murni, P. J. Tucker serta Robert Covington bergantian di posisi ini serta terus menjadi melenyapkan kedudukan bigman.

Tetapi, perihal ini nyatanya tidak masuk ke pemikiran senter Cleveland Cavaliers, Andre Drummond. Bagaikan salah satu senter konvensional yang bertahan di liga, Andre percaya kalau masa bigman tidak berakhir serta tidak hendak mati. Kebalikannya, masa bigman malah mulai bangkit lagi serta hendak mengecam liga.

“ Buat aku, perkataan masa bigman sudah berakhir telah aku dengar sejauh karier aku serta aku meyakinkan kalau aku masih dapat relevan di gim ini sampai bertahan hingga saat ini,” ucap Andre kepada Celevand. com.

“ Aku tidak merasa masa bigman hendak mati, aku tidak merasa perihal itu nyata. Aku rasa statment itu timbul dari mereka yang tidak betul- betul memandang basket serta apa yang terjalin di dalamnya. Bigman lagi bakit lagi. Kamu amati Nikola Jokic, Joel Embiid, aku, Kristaps Porzingis, Jusuf Nurkic, bagaikan senter yang masih dapat bermain dengan baik ataupun melindungi posisi mereka dengan pas. Style bermain“ melaksanakan segalanya di lapangan” jadi evolusi kami para bigman buat terus bermain di lapangan,” tutupnya.

Andre sesungguhnya masih belum seluruhnya berevolusi masa kemudian. Terlebih, keputusan Detroit Pistons menggantinya ke Cavaliers tampaknya membuat dirinya sedikit terpukul. Juga demikian, dia senantiasa menorehkan catatan dobel- dobel serta masih diakui bagaikan salah satu rebounder terbaik di liga. Sebagian waktu terakhir, unggahan tentang latihan Andre yang memperlihatkan keahlian lantun bola, mengumpan, serta menembak jarak jauhnya nampak lumayan baik. Bila Andre betul- betul dapat menaikkan amunisi tersebut, dia bukan tidak bisa jadi hendak jadi salah satu monster sangat menakutkan di liga.( DRMK)

nobont

Read Previous

Novak Djokovic Masih Nomor Satu Petenis Dunia

Read Next

Mayweather Beri Kode Kembali Naik Ring Lawan Petinju Jepang

%d blogger menyukai ini: